Label

Rabu, 30 Desember 2020

PENTINGNYA GENERASI MUDA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING ERA DIGITAL

Era digital saat ini dapat menjadi Peluang besar bagi kehidupan kita, cara hidup dan pola interaksi pun sudah lebih di dominasi dengan interaksi digital, bahkan kegidupan manusia saat lebih lebih ke kehidupan digital ketimbang kehidupan nyatanya. Dengan menggunakan teknologi kita bisa membangun sebuah personal branding yang kuat dan baik dengan nilai positif yang terkandung, dimana nantinya setiap orang akan dengan sangat mudah mengenali dan mengetahui kita melalui j



ejaring social. Manfaat lainnya dari membangun personal branding adalah, kita akan banyak mendapatkan kepercayaan orang-orang yang mengikuti kita, dengan kepercayaan yang kita peroleh itu juga akan memudahkan kita dalam menjual atau pun membeli sesuatu di dunia maya.

Personal branding adalah proses yang dilakukan oleh setiap orang untuk menciptakan image tertentu melalui interaksi dan komunikasi yang dilakukan dengan orang lain. Keberhasilan sesorang membranding dirinya dengan baik dapat diartikan bahwa seseorang tersebut telah mampu menunjukkan kelebihannya dibandingkan dengan orang lain. Personal Branding sangat dibutuhkan oleh siapapun dan dalam keadaan apapun, terutama dalam dunia kerja. Secara singkat, personal branding dapat diartikan sebagai sebuah bentuk pencitraan pribadi dengan tujuan menunjukkan kemampuan seseorang agar dianggap menarik oleh orang lain.

Proses membangun personal branding itu dimulai dari menemukan keunikan Anda, membangun reputasi di bidang yang memang Anda inginkan untuk dikenal luas oleh khalayak ramai, dan kemudian mengijinkan diri Anda untuk menjadi terkenal karenanya. Pada prinsipnya tujuan utama dari Personal Branding ini adalah untuk menciptakan pesan ke public dan dapat di monetisasi untuk penetingan yang positif.


POTENSI GENERASI MILENIAL DALAM MEMBANGUN DAERAH

Kongres 1 kapema
Bonus demografi pada dasarnya tidak terlepas dari generasi milenial, dengan persentase generasi milenial tahun 2017 yang sebesar 33,75 persen dari jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan maka generasi ini akan memegang kendali atas roda pembangunan khususnya di bidang perekonomian dimasa mendatang yang diharapkan akan mampu membawa bangsa Indonesia menuju ke arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis, khususnya generasi milenial di kabupaten Tanjung Jabung timur. pemuda harus terus berkarya mengembangan potensi potensi nya dalam menyusun skenario pembangunan dalam menghadapi era globalisasi ini. Salah satu karakteristik yang menonjol dari milenials adalah cara berkomunikasi generasi ini yang lebih akrab dan berteman baik dengan teknologi. Generasi ini merupakan generasi yang melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan . Yakin dan percaya generasi muda hari ini adalah togak estafet kepemimpinan yang akan datang.terus semangat pemuda, masalalu adalah misteri,masakini adalah harapan dan masa depan adalah misteri, misteri yg harus kita pesahkan dimasa kini dan kita persiapkan untuk misteri misteri yg akan datang, salam pembaharu.

Minggu, 26 Januari 2020

Dilansir dari laman detik.com Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menceritakan anggaran pemerintah pusat terbebani dengan kehadiran tenaga honorer. Pasalnya, setiap kegiatan rekrutmen tenaga honorer tidak diimbangi dengan perencanaan penganggaran yang baik. Terutama, dikatakan Tjahjo di pemerintah daerah (pemda). Dia bilang kehadiran tenaga honorer lebih banyak di pemda dan biasanya tidak direncanakan dengan penganggaran yang baik, sehingga banyak kepala daerah yang meminta anggaran gaji tenaga honorer dipenuhi oleh pusat. https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4873047/tjahjo-sebut-tenaga-honorer-jadi-beban-pemerintah-pusat#Echobox=1579951031