Label

Minggu, 16 September 2018

KALAHNYA,..!? KESAKTIAN AHLI SIHIR ISTANA JOKOWI Di hadapan MAHASISWA

KALAHNYA,..!? KESAKTIAN AHLI SIHIR ISTANA JOKOWI Di hadapan MAHASISWA Kisah Dua Mahasiswa Univ BUKIT THUR SINA yaitu Musa dan Harun ,melakukan Demo mimbar bebas didepan Istana Fir'aun, menyampaikan kritikannya atas Penyimpangan yg dilakukan oleh Rezim Fir'aun , Karena Fir'aun adalah Rezim anti kritik maka diperintahkanlah para ahli ahli sihir Istanya untuk menindaki Pasangan Musa dan Harun (SARUN) sebuah Pasangan Tanpa koalisi Partai Politik) kemudian kisah ini abadikan dalam Al -Qur'an, maaf krn saat itu aksi demo SARUN tidak satupun media yg meliput. lalu Allah SWT, berfirman kepada Musa : ,“Janganlah kamu takut ,sesungguhnya kamulah yang paling (menang). Lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir( belaka),dan tukang sihir itu tidak akan menang, dari mana saja ia datang.” (Thaha:68-69) Ketika, Jokowi dan ahli ahli sihirnya bekerja, agar Rakyat indonesia kagum dan takut kepadanya, sebagai bentuk kesuksesan dasain tipu daya maka para ahli sihir Jokowi berkomat kamit ,sambil melapaskan lantunan mantra mantra : "..Radikalissssssme, ...Makaaaaar, ...Innnnntoleransi, ...Teroooooris, ... Antiiiiiii Pancasila, ...Negara Islaaaaam, ...NKRI harga matiiiiiii, ...Aku Indonesiaaaaaaa..... habraaa kadabraaa...huuup huuup. Dengan mantra mantra ahli sihir ini,sehingga rakyat Indonesia banyak yang terhipnotis, terbuai, terlena, tertidur, Kagum, cemas, dan ketakutan terhadap rezim Jokowi untuk menyempurnakan sihir sihir itu, maka Jokowi beserta hulubalangnya turun melakukan operasi lapangan, seperti Blusukan, membubarkan organisasi yg menantangnya, menangkap tokoh tokoh atau ulama yg kritis terhadap sabdanya dengan teror hukum Belanda (KUHP), Mensortir 200 org Uztas yg layak berceramah, Mengurangi Voleme suara Adzan dan sampai pada aksi Motor (maaf bukan aksi genk Motor) Disaaat mantra mantra terus menerus komat kamit dibacakan oleh para ahli sihir Istana Jokowi , tiba2 datanglah Kaum Intelektual dan Mahasiswa , melemparkan tongkatnya , berupa pikiran kritis dan aksi aksi dijalan , dengan 3 kali bentakan : " Turunkan Jokowi " "Turunkan Jokowi" "Turunkan Jokowi" maka seketika Itu membuyarkan mantra mantra para ahli Sihir, sehingga rakyat mulai sadar atau pulih dari hipmotis ahli sihir, dalam kondisi seperti Itu, maka terlihat ada yang panik, ada yang melongo sambil bertanya Tanya di sekelilingnya apa yang terjadi, ada juga langsung pulih 100 % Tapi ada juga yang belum pulih betul dari hipnotis ini, dalam keadaan melongo dengan tatapan sorot mata yang kosong, mulutnya mengeluarkan kata kata kepada Gerakan Mahasiswa dengan lafaz :" Mahasiswa goblok, Probokator, demo bayaran, demo nasi bungkus" Para penghuni Istana pun Panik karena Gerakan Mahasiswa seluruh tanah air, telah mengepung istana...!? sebagai bentuk kemarahan atas kebijakan Istana yg lebih banyak diarahkan dan didiktekan oleh para BOS BOS UANG ,sehingga rakyat mengalami penderiatan himpitan ekonomi. Penghuni Istana tidak menyangka adanya Kekuatan gerakan Mahasiswa, sebagai kekuatan dan musuh baru yg mampu mengalahkan para ahli sihir Istana. karena selama ini,Penghuni Istana hanya sibuk mempersiapkan segala amunisi, Logistik dan personil tempur untuk menghadapi Prabowo Sandi di medan laga 2019 nanti. Pada situasi Penuh siap tempur berhadapan dengan pasukan Prabowo Sandi, tiba tiba Istana terkepung oleh Kelompok Musa dan Harun yaitu kaum Intelektual dan Mahasiswa, sehingga dikerahkanlah pasukan hulubalangnya untuk menghadapi Gerakan Mahasiswa yg mereka kira Pasukan Prabowo Sandi, sambil teriak teriak : " maju...! pasukan kardus menyerang, pasukan kardus bergerak , Pasukan kardus mengepung" Sampai disini penghuni dan hulubalang Istana bertempur, karena yg ada dalam kepalanya mereka pikir lawan yg dihadapi sekarang adalah Pasukan Prabowo atau aliansinya...!dan atau pasukan Mahasiswa bayaran dan pasukan nasi bungkus,.... sampai disini aku fahami bahwa alangkah miskinnya Pemikir cerdas didalam penghuni Istana.sehingga tidak mampu lagi membedakan yg mana gerakan Intelektual dan Moral Yg dilakoni oleh Mahasiswa dan yang mana gerakan Politik Kekuasaan yang perankan oleh Koalisi Partai Pengusung Paslon Pilpres PRABOWO SANDI dan yg dilakoni oleh Koalisi Partai pengusung Paslon Pilpres JOKOWI AMIN , yang tentu saja bertujuan merebut Kekuasaan JABATAN dan UANG Gerakan Intelktual dan Moral yang didemontstrasikan oleh Mahasiswa ini, membuat para ahli sihir Istana, Pendeta istana, Ulama Istana sampai ke hulubalang istana ,mengalami kepanikan ,atau sochk perubahan (Istilah Alvin Tofler) Perlu kita ketahui bersama bahwa Gerakan Mahasiswa adalah Gerakan Intelektual dan Moral, gerakan ini tidak ada Korelasinya Dengan kekuatan Elektabilitas dan kekuatan Modal alias Fulus, gerakan intelektual Mahasiswa adalah keseriusanya untuk memproduksi pikiran pikiran yang cerdas dan kritis serta solutif guna menyelesaikan persoalan yang ada pada masyarakatnya.Selain itu gerakan inteletual juga bercirikan pada upaya menjadikan gagasan tersebut sebagai landasan dalam melakukan aktivitasnya atau aksi aksi dijalanan sebagai "Sang Bintang Lapangan" Gerakan moral Mahasiswa (moral force) biasanya dipersepsikan sebagai sebuah gerakan yang memihak pada nilai-nilai moral universal, yakni nilai kebenaran, keadilan, demokratisasi, hak asasi manusia, dan keberpihakannya Yg tegas terhadap penderitaan Rakyat yg dialami Bangsanya. Mereka Gerakan Mahasiswa ,bukanlah gerakan Politik Kekusaan ,yang selama ini dilakukan oleh Partai partai Politik dan organisasi sayapnya, yg dengan tentu bertujuan untuk mengejar kekuasaan jabatan dan Uang lewat caleg Pemilu dan Pilpres 2019 Sampai disini semoga kita dapat memahami dan membedakan yg mana Gerakan Mahasiswa dan yang mana gerakan Partai Politik. Selanjutnya.... Mari semua elemen Rakyat , bersatu memberikan dukungan kepada adik adik kita ,anak anak kita dan teman teman Mahasiswa terhadap perjuangan Gerakan Intelektual dan Moral yg diperankannya..!! demi percepatan terwujudnya Cita cita Bangsa dan akhirnya "...Jangan menunggu untuk semua orang bersepakat dalam memperjuangkan Nilai Kebenaran dan Keadilan, karena itu tidak akan pernah terjadi.." (Ulama besar dan Agung Murthada Muthahari) Astagafirullah.....! Silahkan diSyaree ,jika dianggap perlu #AndiRidwanBataraGuru#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar